Senin, 04 Januari 2016

KAMAR




                Orang-orang selalu bilang “Rumahku, Istanaku”, ya iyalah masa rumahku istanamu, yang konkrit dong. Tapi bagi saya, rumahku adalah bukan rumahku, karena rumahku adalah rumah orang tuaku. Dan dirumah saya terdapat sebuah ruang kecil yang berukuran 4x4 cm(pangkat dua atau tiga?). Dan nama ruangan itu adalah bernama  “Kamar”. Kamar saya merupakan tempat yang paling nyaman bagi saya, dan sudah saya anggap sebagai anak gua sendiri surga saya sendiri. Karena di kamar saya, saya bebas melakukan apapun, saya mau makan, tidur, makan sambil tidur, main futsal,main futsal sambil makan sambil tidur, salto belakang 7 hari 7 malam, gak bakalan ada yang terganggu. Ya walaupun kamar saya berantakan kaya kapal pecah(katanya), tapi itu tidak menghalangi saya dalam membela kebenaran (sambil memeragakan pahlawan bertopeng).
                Kamar saya merupakan tempat nongkrong saya sehari-hari(alias 7 hari), saya memulai hari (bangun tidur) di kamar, dan mengakhiri hari(bobo) di kamar pula. Memang saya lebih banyak menghabiskan waktu di kamar ketimbang di luar(dapur, wc, wc umum, wc khusus) soalnya saya anak kamar-kamar, karena saya males banget keluar diakibatkan oleh sifat pemalu saya yang gak jelas. Bahkan saat saya lagi nulis tulisan ini, saya berada dikamar mayat. Bagi saya, sejauh ini, kamar merupakan tempat yang paling nyaman mencari inspirasi, sambil minum black shadow, gak, black coffee yang berasal dari biji kopi hitam (yang tidak pernah dimakan luwak karena kopi luwak itu mahal) yang pahit sekali seperti kehidupan saya. Ya, hidup itu memang seperti kopi, harus ada rasa pahit dan manis, untuk menjadikan cita rasa kopi yang enak #super sekali. Tapi kalo kelebihan pahit?#mencobabersabar. Kembali lagi ke kamar(bukan laptop seperti acara bukan empat mata yang hostnya Dua Keren alias Two Cool). Ok, dikamar saya itu isinya gak lengkap, gak ada ac(maklum wood house an i’m not rich people), gak ada tv, gak ada lapangan futsal, lapangan golf, lapangan upacara(yang ada hanya lapang dada), pokoknya isinya cuma ada satu lemari 2 pintu(atas beku bawah dinginitu Cool Cas(dibaca Kulkas)), ada ranjang tak bertahtaitu raja, ada putaran kaki alias lap kaki yang tidak ada tulisan Welcome, ada gantungan baju yang dipake gantung celana, ada lampu yang tidak tahan lama(maklum bukan phillips), ada tempat sampah(bercampur sampah dan pakaian kotor), dan masih banyak yang tidak penting(sebenarnya lumayan penting bagi kehidupan saya).
                Tapi meskipun begitu, kamar saya telah berperan penting dalam menemani saya, dikala senang, riang gembira ataupun depresi, frustasi, terasi dll sebagainya. Ok sekian dulu, sampai membaca di waktu lain asal bukan dunia lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar