Orang-orang
selalu bilang “Rumahku, Istanaku”, ya iyalah masa rumahku istanamu, yang
konkrit dong. Tapi bagi saya, rumahku adalah bukan rumahku, karena rumahku
adalah rumah orang tuaku. Dan dirumah saya terdapat sebuah ruang kecil yang
berukuran 4x4 cm(pangkat dua atau tiga?). Dan nama ruangan itu adalah
bernama “Kamar”. Kamar saya merupakan
tempat yang paling nyaman bagi saya, dan sudah saya anggap sebagai anak gua
sendiri surga saya sendiri. Karena di kamar saya, saya bebas melakukan
apapun, saya mau makan, tidur, makan sambil tidur, main futsal,main futsal
sambil makan sambil tidur, salto belakang 7 hari 7 malam, gak bakalan ada yang
terganggu. Ya walaupun kamar saya berantakan kaya kapal pecah(katanya), tapi
itu tidak menghalangi saya dalam membela kebenaran (sambil memeragakan pahlawan
bertopeng).
Kamar
saya merupakan tempat nongkrong saya sehari-hari(alias 7 hari), saya memulai
hari (bangun tidur) di kamar, dan mengakhiri hari(bobo) di kamar pula. Memang
saya lebih banyak menghabiskan waktu di kamar ketimbang di luar(dapur, wc, wc
umum, wc khusus) soalnya saya anak kamar-kamar, karena saya males banget keluar
diakibatkan oleh sifat pemalu saya yang gak jelas. Bahkan saat saya lagi nulis
tulisan ini, saya berada dikamar mayat. Bagi saya, sejauh ini, kamar
merupakan tempat yang paling nyaman mencari inspirasi, sambil minum black
shadow, gak, black coffee yang berasal dari biji kopi hitam (yang tidak pernah
dimakan luwak karena kopi luwak itu mahal) yang pahit sekali seperti kehidupan
saya. Ya, hidup itu memang seperti kopi, harus ada rasa pahit dan manis, untuk
menjadikan cita rasa kopi yang enak #super sekali. Tapi kalo kelebihan
pahit?#mencobabersabar. Kembali lagi ke kamar(bukan laptop seperti acara bukan
empat mata yang hostnya Dua Keren alias Two Cool). Ok, dikamar saya itu isinya
gak lengkap, gak ada ac(maklum wood house an i’m not rich people), gak ada tv,
gak ada lapangan futsal, lapangan golf, lapangan upacara(yang ada hanya lapang
dada), pokoknya isinya cuma ada satu lemari 2 pintu(atas beku bawah dingin│itu
Cool Cas(dibaca Kulkas)), ada ranjang tak bertahta│itu raja, ada putaran kaki
alias lap kaki yang tidak ada tulisan Welcome, ada gantungan baju yang dipake
gantung celana, ada lampu yang tidak tahan lama(maklum bukan phillips), ada
tempat sampah(bercampur sampah dan pakaian kotor), dan masih banyak yang tidak
penting(sebenarnya lumayan penting bagi kehidupan saya).
Tapi
meskipun begitu, kamar saya telah berperan penting dalam menemani saya, dikala
senang, riang gembira ataupun depresi, frustasi, terasi dll sebagainya. Ok
sekian dulu, sampai membaca di waktu lain asal bukan dunia lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar