Ayam
itu adalah lingkungan kehidupan apabila huruf “Y”nya diganti huruf”L”. Dalam
KHPBI(Kamus HP Bahasa Indonesia) kata ayam itu artinya unggas yang pada umumnya
tidak dapat terbang, dapat dijinakkan dan dipelihara, berjengger, yang jantan
berkokok dan bertaji, sedangkan yang betina berkotek. Jujur aja, saya mulai jatuh
cinta dengan ayam sejak saya SD sampai sekarang. Karena menurut saya, ayam itu
adalah binatang yang baik hati, tidak
sombong, tidak pernah meludah dan kencing sembarangan, meskipun sering berak
sembarangan di teras rumah saya, KAMPRET!!! Tapi bagi saya, ayam saya sudah saya
anggap sebagai unggas dan peliharaan saya sendiri. Ayam dalam kehidupan itu
sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup ayam lainnya. Coba kalo gak ada ayam,
otomatis gak akan ada ayam lain kan? saya bener kan? Semenjak SD, tak terhitung
lagi jumlah ayam yang pernah singgah di kehidupan saya yang telah pergi
meninggalkan dunia ini. Ada ayam yang meninggal karena terkena flu ayam, ada
yang meninggal secara misterius(pagi-pagi ditemukan tak bernyawa dengan pantat
yang memar dan membusuk entah kenapa), ada yang meninggal akibat perkelahian(ya
biasalah, kenakalan remaja ayam), ada pula yang meninggal di perantauan. Tapi,
satu hal yang ingin saya sampaikan ke ayam-ayam itu bahwa, “Ragamu mungkin meninggalkan dunia ini, tapi
kotoranmu akan tetap melekat di teras rumahku”. Kampret!!!
Tapi
yang bikin saya kesel sama ayam adalah bapak ayam. Bapak ayam itu suka poligami
dan selingkuh. Apalagi ketika anak-anaknya yang imut lahir, bapak ayam bakalan
menelantarkan anak-anak dan istrinya dan pergi mencari cewek lain yang lebih
cantik dan montok. Bahkan saat saya pernah mencoba menangkap bapak ayam itu,
dia malah ngegombal saya dengan tatapan nakal.
B.Ayam : Bapak kamu manusia ya?
Saya : Kok tau?
B.Ayam : Tolong bilangin, jangan pernah potong aku ya,
karena aku masih ingin hidup seribu tahun lagi.
Kampret!!!
Ternyata saya gak digombalin, padahal saya udah seneng banget tu. Saya sakit
hati, Saya merasa di PHP-in sama bapak ayam mata keranjang.
Tapi
satu hal yang patut kita contoh dari ayam, terutama ayam kampung adalah ayam
kampung itu rajin bekerja setiap hari, mencari makan, membanting tulang untuk
kelangsungan hidup bangsa ayam dan negara ayam.
So,
peliharalah ayam, sebelum pelihara ayam itu dilarang.