Senin, 04 Januari 2016

AYAM



                Ayam itu adalah lingkungan kehidupan apabila huruf “Y”nya diganti huruf”L”. Dalam KHPBI(Kamus HP Bahasa Indonesia) kata ayam itu artinya unggas yang pada umumnya tidak dapat terbang, dapat dijinakkan dan dipelihara, berjengger, yang jantan berkokok dan bertaji, sedangkan yang betina berkotek. Jujur aja, saya mulai jatuh cinta dengan ayam sejak saya SD sampai sekarang. Karena menurut saya, ayam itu adalah  binatang yang baik hati, tidak sombong, tidak pernah meludah dan kencing sembarangan, meskipun sering berak sembarangan di teras rumah saya, KAMPRET!!! Tapi bagi saya, ayam saya sudah saya anggap sebagai unggas dan peliharaan saya sendiri. Ayam dalam kehidupan itu sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup ayam lainnya. Coba kalo gak ada ayam, otomatis gak akan ada ayam lain kan? saya bener kan? Semenjak SD, tak terhitung lagi jumlah ayam yang pernah singgah di kehidupan saya yang telah pergi meninggalkan dunia ini. Ada ayam yang meninggal karena terkena flu ayam, ada yang meninggal secara misterius(pagi-pagi ditemukan tak bernyawa dengan pantat yang memar dan membusuk entah kenapa), ada yang meninggal akibat perkelahian(ya biasalah, kenakalan remaja ayam), ada pula yang meninggal di perantauan. Tapi, satu hal yang ingin saya sampaikan ke ayam-ayam itu bahwa, “Ragamu mungkin meninggalkan dunia ini, tapi kotoranmu akan tetap melekat di teras rumahku”. Kampret!!!
                Tapi yang bikin saya kesel sama ayam adalah bapak ayam. Bapak ayam itu suka poligami dan selingkuh. Apalagi ketika anak-anaknya yang imut lahir, bapak ayam bakalan menelantarkan anak-anak dan istrinya dan pergi mencari cewek lain yang lebih cantik dan montok. Bahkan saat saya pernah mencoba menangkap bapak ayam itu, dia malah ngegombal saya dengan tatapan nakal.
B.Ayam   : Bapak kamu manusia ya?
Saya        : Kok tau?
B.Ayam   : Tolong bilangin, jangan pernah potong aku ya, karena aku masih ingin hidup seribu tahun                                lagi.
                Kampret!!! Ternyata saya gak digombalin, padahal saya udah seneng banget tu. Saya sakit hati, Saya merasa di PHP-in sama bapak ayam mata keranjang.
                Tapi satu hal yang patut kita contoh dari ayam, terutama ayam kampung adalah ayam kampung itu rajin bekerja setiap hari, mencari makan, membanting tulang untuk kelangsungan hidup bangsa ayam dan negara ayam.
                So, peliharalah ayam, sebelum pelihara ayam itu dilarang.

ANIME



                Saya udah nonton anime sejak masih berbentuk janin dan pada saat itu anime lagi demam-demamnya di TV(TIPI). Terutama di RCTI, Indosiar, Indomie seleraku dan lain sebagainya. Tapi semua berubah semenjak animasi 3D menyerang dunia pertelevisian kita saudara-saudari. Sebut saja Upin & Ipin (jujur saja, sebenarnya saya suka nonton upin ipin karna mengingatkan saya akan masa kecil saya yang absurd), Boboi Boy, Adit Sopo Jarwo dll. Beberapa anime yang paling fenomenal di jaman itu adalah Doraemon(aku sayang sekali), Dragon Ball Pokemon(tontonan masa janin), Tsubasa(keren), Naruto(Anime yang paling saya suka, sampai-sampai membuat saya pernah bercita-cita menjadi Hokage di Konoha) dan masih banyak lagi anime lain.
                Tapi tahukah anda saudara-saudari yang semoga berbahagia, saya baru tau istilah anime baru pada saat saya menginjak lantai kelas 2 SMA yang belum di sapu dan di pel sehingga debunya sangat banyak dan dapat menyebabkan kulit gatal-gatil, iritasi pada mata kaki dll. Saya dulu taunya hanya film kardus alias film kartun. Dan dari sini juga saya baru tau kalo ternyata, anime dan kartun itu berbeda-beda tapi tetap satu. Kebetulan yang telah berjasa dalam perkenalan saya dengan anime adalah teman-teman kelas saya yang cupu-cupu dan imut-imut seperti Teletubbies yang warnanya luntur akibat kelamaan direndam pake Bayclin pemutih. Sebut saja namanya Ekki(pencetus), Bibi(hentai lovers, Ami(sama dengan Bibi) ,Dika(yang paling rajin download Naruto) dan Oji(sama dengan Bibi dan Ami) nama mereka ini bukan nama Samaran, karena Samaran itu adalah nama orang dan Samaran itu juga manusia seperti kita. 5 tokoh inilah yang paling berperan besar dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan Anime di kelas saya. Karena merekalah saya bebas copy anime sepuasnya di laptop mereka yang bervirus dan berbakteri. Karena mereka jualah sehingga saya bisa tau hentai itu seperti apa#antaraberuntungdanberdosa.
                Jujur sih, sebenarnya saya gak terlalu gila dengan anime layaknya 4 tokoh diatas, karena saya masih waras dan kalo saya nonton anime itu harus selektif, saya lebih memilih nonton anime yang tidak hanya menjadi tontonan tapi juga menjadi tuntunan. Seperti anime religi (tapi sayang tidak ada), dan akhirnya jatuhlah saya ke pelukan anime yang berjudul “Kiss x Sis”, anime pertama yang saya nonton sampai tamat. Kenapa sampai tamat, karena if you know what i mean. Dan saya gak perlu bahas anime ini secara mendalam seperti sumur karena anime ini hanya untuk anak-anak di atas umur. Sebenarnya banyak anime yang teman saya rekomendasiin ke saya, tapi sebagai orang yang selektif, saya tentunya harus pintar-pintar memilih anime. Salah satunya “Kuroko no Basuke”. Anime ini sangat unik dan tak biasa, karena karakter utama di anime ini justru tidak terlalu menonjol dibanding karakter yang tidak utama. Dan juga kisah persahabatan di anime ini sangat kental seperti susu bendera. Tokoh utamanya bernama Kuroko, dia orang yang punya hawa keberadaan lemah sehingga keberadaannya kadang tidak di sadari seperti saya. Itulah kenapa teman-teman saya yang 4 orang itu terkadang memanggil saya Kuroko.#coretygtdkpenting
                OK, sekian dulu dari saya beserta keluarga, dan jangan lupa don’t forget meninggalkan doa untuk saya beserta keluarga.

NYAMUK



                Ini mungkin binatang yang gak bakalan bisa punah di makan zaman. Soalnya ini binatang jumlahnya gak bisa kurang malah bertambah, padahal setiap hari di bunuh. Ada yang di bunuh dengan tepuk pramuka, ada yang dibunuh dengan cara di berikan obat nyamuk (Paracetamol nyamuk), ada yang di bunuh dengan cara meracuni makanannya, ada pula yang di bunuh dengan cara menindihnya bantal saat dia tidur. Ini nyamuk atau utang Indonesia, gak kurang-kurang #cerdaskan?
                Nyamuk ini merupakan binatang paling saya benci tapi selalu setia sama saya. Dia selalu ada di samping saya, di belakang saya, di atas saya, dia ada dimana-mana. Walaupun ngeselin dan terlihat tak berguna, tapi sebenarnya nyamuk itu binatang yang baik dan menginspirasi banyak orang. Salah satunya menginspirasi pencipta lagu “Cicak di Dinding”, coba kita tundukkan kepala, seraya merenung sejenak, bagaimana kalo di dunia ini gak ada nyamuk, tentunya gak bakalan ada lagu “Cicak di Dinding”, ya kan? #mengharukansekali. Kegunaan nyamuk yang lain lagi adalah kalo gak ada nyamuk, gak bakalan ada perusahaan obat nyamuk yang memproduksi obat nyamuk. Sehingga jumlah pengangguran di dunia akan bertambah apalagi di negeri kita tercinta, Indonesia. So, marilah kita bersama-sama mempererat lagi tali silaturahmi antara kita dengan nyamuk. Kalo kita ketemu di jalan, senyum dan sapalah dia, jangan memalingkan wajah anda, apalagi kalau anda tak punya wajah.
                Hidup nyamuk!!! Hidupkan obat nyamuk!!! Nyamuk mati!!! Matikan obat nyamuk!!!
               

KAMAR




                Orang-orang selalu bilang “Rumahku, Istanaku”, ya iyalah masa rumahku istanamu, yang konkrit dong. Tapi bagi saya, rumahku adalah bukan rumahku, karena rumahku adalah rumah orang tuaku. Dan dirumah saya terdapat sebuah ruang kecil yang berukuran 4x4 cm(pangkat dua atau tiga?). Dan nama ruangan itu adalah bernama  “Kamar”. Kamar saya merupakan tempat yang paling nyaman bagi saya, dan sudah saya anggap sebagai anak gua sendiri surga saya sendiri. Karena di kamar saya, saya bebas melakukan apapun, saya mau makan, tidur, makan sambil tidur, main futsal,main futsal sambil makan sambil tidur, salto belakang 7 hari 7 malam, gak bakalan ada yang terganggu. Ya walaupun kamar saya berantakan kaya kapal pecah(katanya), tapi itu tidak menghalangi saya dalam membela kebenaran (sambil memeragakan pahlawan bertopeng).
                Kamar saya merupakan tempat nongkrong saya sehari-hari(alias 7 hari), saya memulai hari (bangun tidur) di kamar, dan mengakhiri hari(bobo) di kamar pula. Memang saya lebih banyak menghabiskan waktu di kamar ketimbang di luar(dapur, wc, wc umum, wc khusus) soalnya saya anak kamar-kamar, karena saya males banget keluar diakibatkan oleh sifat pemalu saya yang gak jelas. Bahkan saat saya lagi nulis tulisan ini, saya berada dikamar mayat. Bagi saya, sejauh ini, kamar merupakan tempat yang paling nyaman mencari inspirasi, sambil minum black shadow, gak, black coffee yang berasal dari biji kopi hitam (yang tidak pernah dimakan luwak karena kopi luwak itu mahal) yang pahit sekali seperti kehidupan saya. Ya, hidup itu memang seperti kopi, harus ada rasa pahit dan manis, untuk menjadikan cita rasa kopi yang enak #super sekali. Tapi kalo kelebihan pahit?#mencobabersabar. Kembali lagi ke kamar(bukan laptop seperti acara bukan empat mata yang hostnya Dua Keren alias Two Cool). Ok, dikamar saya itu isinya gak lengkap, gak ada ac(maklum wood house an i’m not rich people), gak ada tv, gak ada lapangan futsal, lapangan golf, lapangan upacara(yang ada hanya lapang dada), pokoknya isinya cuma ada satu lemari 2 pintu(atas beku bawah dinginitu Cool Cas(dibaca Kulkas)), ada ranjang tak bertahtaitu raja, ada putaran kaki alias lap kaki yang tidak ada tulisan Welcome, ada gantungan baju yang dipake gantung celana, ada lampu yang tidak tahan lama(maklum bukan phillips), ada tempat sampah(bercampur sampah dan pakaian kotor), dan masih banyak yang tidak penting(sebenarnya lumayan penting bagi kehidupan saya).
                Tapi meskipun begitu, kamar saya telah berperan penting dalam menemani saya, dikala senang, riang gembira ataupun depresi, frustasi, terasi dll sebagainya. Ok sekian dulu, sampai membaca di waktu lain asal bukan dunia lain.

Assalamu Alaikum !!!




Good day every day, goog body every body!!!
                Perhatikan, nama saya Fahrul dan Fahrul itu nama saya. Saya biasa di panggil orang tua saya, adik saya, keluarga saya, teman-teman saya, dan orang-orang yang kenal ama saya. Tapi saya pernah di panggil sama orang yang tidak mengenal saya, dia memanggil saya lewat telepon dan ternyata dia salah sambung #Absurd.  Tapi saya paling suka di panggil makan nasi kuning yang begadang setiap malam, bareng penjualnya, pembelinya, penyembelihnya, dll sebagainya. Sebenarnya saya bukan personil Ariel NOAH ataupun member JKT 48 (dibaca Jekate Empat Lapan), dan saya pernah bercita-cita jadi hokage ke-9 di Konoha. Selain menjadi hokage ke-9 di Konoha,saya juga punya cita-cita yaitu tinggi badan saya minimimal 170 cm(yang hampir mustahil terwujud). Dan sekedar info, bahwa saya bukan anak yang tangkas dan juga pemberani seperti halnya Goku di Dragon Ball, tapi saya adalah anak bapak saya. Dan banyak yang heran lihat  wajah saya, karena ternyata wajah saya ini mirip dengan wajah bapak saya. Setiap kali ketemu orang.
                “Loh!!! wajah kamu kok mirip bapak kamu?”
                “Loh!!! wajah kamu kok mirip bapak kamu?”
                “Loh!!! wajah bapak kok mirip kamu?”
                Kenapa emangnya kalo wajah saya mirip bapak saya, memang ada yang salah? Ya wajarlah, saya kan anak bapak saya. Masa iya wajah saya mirip wajah tetangga saya, yang rumahnya ada di ujung langit. Sekarang ini, sebenarnya saya lagi santai kuliah karena saya gak pernah sibuk kuliah. Padahal teman2 saya yang lain pada sibuk kuliah. Tapi sebenarnya saya lagi pengen mencari kesibukan yang Insya Allah bisa berguna bagi nusa, bangsa dan agama. O iya, saya lahir dan dibesarkan di sebuah desa kecil yang jaraknya sangat jauh dari desa Konoha apalagi benua Antartika. Nama desanya yaitu Desa Mario. Keren kan nama desa nya. Mario itu dalam bahasa Tae’ artinya senang. Jadi kalaupun desa saya lagi sedih, pasti desa saya tetap senang dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Tempat lahir saya di ranjang, tepat tanggal tua, akhir bulan dan tahun lama. Kenapa tahun lama? karena saya lahir tanggal 31 Desember mendekati tahun baru, jadi di sebut tahun lama. Alamat saya bukan alamat palsu seperti judul lagu Dangdut yang Rajanya Bang H. Rhoma Irama. Saat ini saya masih nomaden, kadang tinggal di kamarnya ibu kos yang saya rental, kadang tinggal di rumah orang tua, dekat rumah tetangga saya yang gak mirip ama saya(sumpah!!!), tapi mirip Dragon Ball. Makanan kesukaan saya nasi. Kenapa nasi? Karena hidup saya itu seperti nasi, walau tak manis tapi bisa dimakan #tanda tanya besar. Hobi saya membaca, apalagi membaca cerita dewasa, yang di buat oleh orang dewasa seperti cerita rakyat, cerita masyarakat, cerita warga negara dan lain-lain tapi sejenisnya.
                Ok, cukup sekian dulu(bayangkan saya lagi senyum), sampai ketemu lagi di lain waktu (padahal gak pernah ketemu) dan semoga kalian terhibur (kalian? emang ada yangg baca selain saya) dan jangan lupa memberi salam dan mengetuk pintu sebelum masuk.